Minggu, 22 Januari 2023

Babi Berpolitik ; "Mutiara dan Babi"

Dok: Ist/Unikab. (Amoye Dogopia)

Babi Berpolitik ; "Mutiara dan Babi"

Yesus pernah mengatakan Perumpamaan; ".....jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu." (Mat. 7:6). 

Bagi orang Israel Babi adalah Binatang yang haram. Orang Israel dalam tradisi Sosio-Religi dan sosio-budaya memandang Babi sebagai Binatang yang "Tabu". Agama dan adat istiadat mereka tidak memperkenankan orang Israel memelihara dan mengkonsumsi Babi. 

Kepercayaan Israel seperti itu, juga dianut oleh Agama Islam. Sama dengan Israel, agama Islam juga memandang Babi sebagai Binatang yang dilarang untuk dipelihara dan dikonsumsi. 

Memelihara dan mengkonsumsi Babi bagi mereka adalah Perbuatan yang najis. Itu termasuk melakukan pelanggaran Agama dan Adat istiadat. 

Dalam konteks pemikiran itu, Yesus malah memakai perumpamaan Babi dan Mutiara. 

Mutiara adalah Benda yang berharga, yang bernilai. Mutiara dibandingkan dengan Babi. Babi itu Haram, Najis, Tabu dan dilarang dipelihara dan dikonsumsi. Sedangkan Mutiara itu sangat berharga, bernilai. 

Dari ulasan ini, kita dapat katakan:

Yesus katakan "Jangan Engkau Membuang Sesuatu/ Memberikan sesuatu yang berharga kepada Binatang Yang Haram/Najis dan Tahu". "Karena walaupun Engkau memberikan sesuatu yang berharga kepada Binatang itu, ia malahan akan berbalik menyerang Engkau"

Dengan kata lain, Percuma Memberikan Sesuatu Yang berharga kepada Binatang. 

Ya seperti begitulah, di West Papua. Orang Papua adalah Binatang di Mata NKRI. Jadi, Percuma memberikan Sesuatu Yang berharga kepada Binatang. (*)

RB. UNIKAB

Previous Post
Next Post

0 komentar: