Kamis, 19 Januari 2023

KNPB Wilayah Mapia Gelar Doa Adat, Atas Ketiga Tahanan Politik

Dok:Ist/Ketua Palang Merah Wilayah Mapia, Yohanes Boga. (Difoto: KNP Wilayah Mapia)

MAPIA|KAWATMAPIATV.ID – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Mapia dari Sektor Atoupugi seksi Palang merah Yohanes Boga, menggelar Doa Adat, demi pembebasan Tuan Juru Bicara Internasional Victor Yeimo, Ketua Komite Nasional Papua Barat KNPB Wilayah Timika, sekaligus doakan Tuan Yanto Awerkion, selaku Ketua Komite Nasional Papua Barat KNPB Wilayah Sorong Raya, Tuan Adam Sorri yang saat ini sedang di tahan Lembaga ini.

Hal itu, beritahukan kepada Jurnalis media ini, Kamis, (19/23) siang tadi, Via telepon selulernya.

Ketua Palang Merah Yohanes Boga juga menyatakan bahwa, di bawah kolom langit di anut di hormati dan ada tiga hukum, yakni ; Hukum Tuhan, Hukum Adat dan Hukum Pemerintah.

Oleh sebab itu doa yang kami lakukan ini atas dasar Hukum Adat, dan saya sebagai Ketua Sekai Palang (KSPM), saya harus lakukan Doa Adat dengan tujuan untuk ketika tahanan yang ditahan oleh pihak kepolisian kolonial ini harus di bebaskan tanpa syarat, “tegasnya Boga.”

Kendati, bahwa Tuan Victor Yeimo itu bukan pelaku Rasis tetapi yang (faktanya) dia adalah korban rasis kok, sehingga negara melalui aparat kepolisian tangkap ini sangat sadis tindakannya atas dasar melanggar hukum Pemerintah/pun hukum Tuhan.

https://kawatmapiatv.blospot.com/2023/01/knpb-wilayah-mapia-tegaskan-tuan-viktor.html

Juru bicara Komite Nasional Papua Barat KNPB Wilayah Mapia, Musa Boma, menyatakan bahwa kami lakukan Doa Adat, kami lakukan puasa, apapun yang kami lakukan ini dengan tujuan hanya satu, yakni ketika tahanan politik harus bebas dibalik terali besih kolonial Indonesia.

Sambungnya, Boma bahwa dengan tindakan dan perlakuan oleh Negara melalui Aparat TNI dan Polri terhadap rakyat Bangsa West Papua ini mengajak dan membisik ketelingah kami, kami tak ada harapan hidup bersama Indonesia, “ujarnya.”

Oleh sebab itu komitmen KNPB kami berjuang hingga titik penghabisan darah kami sampai menentukan hak Penentuan nasib sendiri sebagai solusi tunggal bagi rakyat Bangsa West Papua, pungkasnya. (*)

(KMT/Admin)

Previous Post
Next Post

0 komentar: