![]() |
| Dok: Ist/Lucky Dubbe. (Model Enago) |
*Siorus Degei
Enago adalah sebutan khas dalam kebudayaan Suku Mee di Papua untuk anak tunggal, anak semata wayang, orang yang tidak punya saudara perempuan atau saudara laki-laki dalam keluarga. Enago juga biasa dialamatkan pada para janda atau duda, atau juga kepada para yatim-piatu, atau orang yang hidup sebatang kara, sendirian, singel fighter, singel parent.
Secara etimologis enago berasal dari bahasa Mee yang terdiri dari dua kata, yaitu Ena dan Ago, ena berarti Satu, Tunggal, Baik atau Bagus. Sementara Ago berarti hari, ago ini juga merujuk pada waktu, angka atau jumlah: kuantitas. Jadi, secara sederhana enago berarti suatu entitas yang tunggal dan utuh.
Dalam konteks penulisan ini arti dan makna enago yang kita pakai adalah enago sebagai singel fighter atau petarung sejati yang sendirian. Jika kita kontekskan lagi ke dalam dinamika, hegemoni dan dialektika perjuangan, pergerakan dan perlawanan bangsa Papua menuju alam kedamaian, maka arti dan makna enago yang kita pakai adalah enago sebagai sosok pejuang yang sejati, berdikari, independen, dan integral.
Dengan menggunakan penghayatan enago dalam kebudayaan Suku Mee di atas, maka penulis hendak memakai Spritualitas enago dalam menerawang atau meneropong sosok pejuang kemanusiaan yang ideal di Papua berdasarkan referensi dan refleksi atas beberapa tokoh perjuangan seperti, Yesus Kristus dan beberapa pejuang sejati di Papua lainnya.
Memahami Spritualitas “Enago”
Kita sudah secara sederhana memahami definisi kata enago secara leksikal. Berikut kita akan memahami kata enago dalam kebudayaan suku Mee ini secara filosofis, mendalam dan menakar kualitas-kualitas apa yang menjadi Spritualitas dari para Enago sebagai sumbangsih pengetahuan bagi khalayak ramai di Papua pada umumnya, dan di dalam perjuangan bangsa Papua lebih khususnya.
Pertama, seperti pengertiannya Enago adalah Anak Tunggal. Kita semua sudah tahu bahwa sebagai anak tunggal tentu seseorang itu akan mendapatkan kasih sayang yang istimewa dari kedua orang tua dan keluarga besarnya.
Akan ada banyak kekayaan warisan yang akan diwarisi oleh seorang anak tunggal, sebab persik tidak ada saudara-saudaranya yang bisa mengurangi porsi kekayaan warisan keluarga tersebut. Jadi, salah satu keindentikan seorang anak tunggal atau enago dalam suatu keluarga adalah adanya kasih sayang yang besar dari keluarga kepadanya.
Kedua, masih pada poin yang pertama bahwa sebagai enago seseorang akan sangat dengan wanti-wanti dan penuh kehati-hatian dijaga oleh kedua orang tuanya dan keluarga besarnya. Kenapa demikian?
https://kawatmapiatv.blogspot.com/2022/11/memaknai-spritualitas-enago-22.html
Tentu karena hanya ia harta berharga yang dipunyai oleh keluarga dan kedua orang. Apalagi jika anak tunggal tersebut lahir dan hadir dalam keluarga yang secara ekonomi dan stratifikasi sosial masuk dalam kategori masyarakat kelas menengah ke atas, tentu anak tersebut akan dimanjakan dengan super ketat dan dijaga dengan penjagaan yang disiplin.
Jadi, keindentikan kedua dari seorang enago adalah adanya security system dan safety penjagaan dan perlindungan yang super ketat. Ia tidak bisa bergaul sembarang, tidak boleh main sembarangan, tidak boleh makan dan minum sembarangan, tidak boleh keluar malam dan pulang malam, tidak boleh sendirian walaupun pada hakekatnya ia sendirian.
Ketiga, Memiliki sensitivitas dan sensibilitas yang mumpuni. Seorang enago juga karena tahu bahwa ia sendirian, maka ada semacam dorongan emosi untuk mencintai, menghormati dan menghargai sesama yang lain.
Ia akan sangat iri dengan sesamanya yang memiliki saudara lebih dari satu. Untuk seorang janda atau duda mereka akan sangat iri dengan keluarga yang mempunyai banyak anak.
Perlu dicatat bahwa unsur iri dalam diri seorang enago di sini bukan iri dalam pengertian yang negatif, melainkan rasa iri dalam pengertian yang sangat positif.
Di mana akan ada rasa empati, simpati dan solidaritas yang pesat dalam diri seorang enago untuk lebih mencintai diferensitas dan hemonitas lingkungan di mana ia ada dan hidup.
Jadi, keindentikan seorang enago yang ketiga adalah adanya sensibilitas dan sensitivitas emosional yang pesat kepada sesama yang lainnya. Kemungkinan ini tertular dari banyak emosi cinta dan kasih yang ia peroleh dari orang tua dan keluarga besarnya.
Secara ringkas, dapat dikatakan bahwa Spritualitas seorang enago itu seorang yang berharga di mata Keluarga. Sehingga mereka dikenal dengan istilah “Anak Tunggal”, “Anak Semata Mayang”, “Anak Emas”, “Anak Satu-satunya”, dan lainnya.
Mereka juga (Para Enago) mempunyai hati universalisme dan sikap pluralisme yang kuasa, sebab mereka sangat sadar bahwa mereka sendirian dan membutuhkan banyak orang di sampingnya, bahkan kadang-kadang mereka bisa saja mengorbankan hal-hal dan hak-hak yang berharga dalam diri dan hidupnya hanya untuk kepentingan banyak orang.
Kurang lebih demikian potret singkat prihal spiritualitas para Enago. Berikut ada sebuah lagu bergenre reggae ciptaan seorang Musisi Reggae terkenal yang nama dan karya-karyanya tidak asing lagi bagi pulau-pulau Melanesia, yakni Lucky Dube yang berjudul You Stand Alone. Penulis menyebut lagu ini sebagai “Wahyu Reggae” bagi para “enago sejati” di jalan tua perjuangan kebenaran dan kebebasan. Sebab lagu-lagu Lucky Dube ini sudah sangat luas menginspirasi perjuangan bangsa-bangsa terjajah, termasuk bangsa Papua, sangat banyak pejuang kemanusiaan asal Papua yang mengidolakan Lucky Dube dan musik-musik regeanya yang kudus bak malaikat pelindung yang Kudus.
Sebelum lebih dalam memaknai spiritualitas enago dalam lembaran ziarah perjuangan menuju Papua Tanah Damai, penulis hendak mereferensikan dulu bagaimana Lucky Dube merefleksikan perjuangan bangsa Afrika Selatan memperjuangkan kebebasan atas bangsa kulit putih Inggris sebagai kapital, kolonial dan imperial melalui lagu-lagu regeanya.
Lucky Dube, You Stand Alone: “Wahyu Reggae” Bagi Pejuang Sejati
Lucky Philip Dube (diucapkan duu-beh; 3 Agustus 1964 – 18 Oktober 2007) adalah seorang musisi reggae dan rastafarian Afrika Selatan yang dianggap sebagai salah satu musisi terpenting dalam sejarah musik Afrika dan salah satu musisi reggae terbesar sepanjang masa.
Selain sebagai musisi reggae fenomenal, Lucky juga merupakan seorang pejuang kebenaran, keadilan, kedamaian kebebasan, kemanusiaan, kemerdekaan bangsa Afrika Selatan melalui Musik Reggae.
Lucky Dube dan para musikus reggae sebelumnya, seperti Bob Marley dan sesudahnya di Afrika memaknai musik reggae sebagai simbol perlawanan, pergerakan dan perjuangan kepada rezim kolonialisme, kapitalisme, imperialisme dan liberalisme.
Lucky Dube Legenda reggae yang lahir di Afrika Selatan tetapi dihormati secara global merekam 22 album dalam bahasa Zulu, Inggris, dan Afrika dalam periode 25 tahun dan merupakan superstar reggae terlaris di Afrika Selatan hingga saat ini. Dube dibunuh di Rosettenville pinggiran kota Johannesburg pada malam tanggal 18 Oktober 2007.
Untuk mempertegas gagasan penulis di atas, maka berikut ini penuh hendak merefleksikan sebuah lagu Reggae yang cukup melegenda dan menyejarah dari seorang penyanyi reggae fenomenal, yang mendapatkan gelar sebagai “the king of reggae music” atau “Raja Musik Reggae”, yakni Lucky Dube dengan lagunya yang berjudul You Stand Alone atau Kamu Berdiri Sendiri. Berikut cuplikan lagunya berserta terjemahannya:
“You Stand Alone
— Liar, liar, your pants are on fire, you’ve got a nose, as long as I telephone wire. I swear to tell the truth. Nothing but the truth so help me God. I cross my heart and hope to die. These are the words we use to get out of situations. Then i wonder why. We don’t mean what we say. Then i remembered the terrible truth about the truth.
— If you stand for the truth, you will always stand alone (6x).
The holy book tell us. The truth will set us free. But in this world know different. Do you believe in the truth. Do you believe in righteousness. Do you believe in innocent. Till provent guilty. Cause those the tell the truth. Are always on the run, oh God.
— Then I wonder why. We don’t mean what we say. Then i remembered the terrible truth about the truth.
— If you stand for the truth, you will always stand alone (6x)”.
Kurang lebih demikian lirik lagu aslinya dalam bahasa Inggris, berikut hendak penulis paparkan terjemahan lagunya ke dalam bahasa Indonesia:
“Kamu Berdiri Sendiri
Pembohong, pembohong, celanamu terbakar, kamu punya hidung, selama aku kabel telepon. Aku bersumpah untuk mengatakan yang sebenarnya. Tidak ada apa-apa selain kebenaran jadi tolonglah aku Tuhan.
Aku menyilangkan hatiku dan berharap untuk mati. Ini adalah kata-kata yang kami gunakan untuk keluar dari situasi.
Lalu saya bertanya-tanya mengapa. Kami tidak bermaksud apa yang kami katakan. Kemudian saya teringat kebenaran yang mengerikan tentang kebenaran.
Jika Anda membela kebenaran, Anda akan selalu berdiri sendiri (6x).
Kitab suci memberitahu kita. Kebenaran akan membebaskan kita. Tapi di dunia ini tahu berbeda. Apakah Anda percaya pada kebenaran. Apakah Anda percaya pada kebenaran. Apakah Anda percaya pada yang tidak bersalah. Sampai terbukti bersalah. Karena mereka yang mengatakan yang sebenarnya. Selalu dalam pelarian, ya Tuhan.
Lalu saya bertanya-tanya mengapa. Kami tidak bermaksud apa yang kami katakan. Kemudian saya teringat kebenaran yang mengerikan tentang kebenaran.
Jika Anda membela kebenaran, Anda akan selalu berdiri sendiri (6x).”
Lagu Lucky Dube hendak menegaskan bahwa seorang pejuang kebenaran itu ia selalu sendirian. Bahwa orang yang paling kesepian, hening dan sunyi dalam kehidupan ini adalah mereka yang mengorbankan segalanya hanya untuk tegaknya sebuah nilai kebenaran, keadilan dan kedamaian bagi banyak orang, (Bersambung). (*)
(KWT/Admin)

0 komentar: