Sabtu, 04 Maret 2023

Victor Yeimo: Patriot Antirasisme Sejati Papua (2/4)

Dok: Ist/ Passion VY Melawan Victim Blaming dan Rasisme Struktural NKRI di Papua. (Siourus Degei)

*Siorus Ewanaibi Degei

Kita hanya mengerucutkan kursor pembahasan pada kasus Kriminalisasi Pasal Makar terhadap Victor Yeimo, Jubir Internasional KNPB.

Kita akan bersama-sama mereferensikan dan merefleksikan bagaimana kawan Victor Yeimo berjuang melawan praktek Victim Blaming (Menyalahkan Korban) dan Rasisme Institusional Struktural dalam tubuh konstitusi NKRI. 

Bahwa kita akan menerawang kawan VY sebagai Simbol Bangsa Papua Dalam Melawan Rasisme Struktural Indonesia serta Tabiat Victim Blaming dalam tubuh hukum NKRI yang sudah mendarah daging.

Namun sebelum itu alangkah baiknya terdahulu agar kita lebih dekat mengenal siapa itu Victor Frederick Yeimo? Apa standing position-nya? Hal ini sangat perlu agar kita tidak mudah terpeleset dan terjatuh pada celah-celah rasis, stigma, stereotip dan diskirminasi atas Victor Yeimo dan semua pejuang kemanusiaan Papua yang memang sudah terbangun sistematis di ruang publik oleh negara.

Mengenal Victor F. Yeimo: Tunas Patriot Sejati Papua 

Siapakah Victor F. Yeimo? Masing-masing kita pasti bisa menjawab pertanyaan sederhana namun berarti itu. Sebagai pejuang kemanusiaan yang konsisten dan gigih di Papua, sudah barang tentu sosok Victor Yeimo tidak lazim dan sudah sangat lumrah bagi kita dan dunia.

Bahwa bukan orang asli Papua sejati jika sosok, kiprah dan passion kawan Victor Yeimo kabur bagi kita, bisa-bisa kebanyakan orang asli Papua akan menyahut ketidaktahuan kita itu dengan berkata “Bah Macam Barukah” atau “Bah Barukah”.

Berikut penulis hendak menarasikan sebuah Cuplikan Video tentang Biografi singkat kawan Victor Yeimo yang dipublish oleh salah satu aktivis kemanusiaan Papua, kawan Mikael Kudiai.

Victor Frederick Yeimo atau biasa disapa Victor Yeimo lahir pada 25 Mei 1983 di Kampung Kebo, Paniai, terletak di daerah pegunungan wilayah adat Meepagoo. Sejak kecil Victor habiskan pendidikan pelajar dibeberapa tempat mulai dari Paniai, Nabire hingga Sentani, Papua.

Saat SMA di Sentani, Victor pernah menjadi Ketua OSIS, hingga menjuarai lomba bahasa Inggris. Victor termasuk siswa yang sangat berprestasi saat pelajar.

Seusai SMA, Victor melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Surabaya. Sejak SMA Victor sudah sangat sering sekali mengikuti aksi demonstrasi, dan mengetahui banyak informasi tentang para pejuang Papua merdeka, mulai dari Benny Wenda di luar negeri dan Hans Gebze di Jawa dan Bali. 

Saat di Surabaya, Victor bertemu dengan Hans Gebze dan turut belajar dan terlibat dalam perjuangan Papua Merdeka di Aliansi Mahasiswa Papua (AMP). Hans Gebze adalah anggota LMND dan PRD. Ia juga adalah pendiri AMP dan salah satu pemuda Papua yang juga ikut terlibat dalam aktivis 98 yang menggulingkan Soeharto.

Victor menjadi Ketua Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Surabaya pada tahun 2005 dan memimpin aksi-aksi demonstrasi, melakukan pendidikan-pendidikan politik, hingga melakukan seminar-seminar di Kampus.

https://kawatmapiatv.blogspot.com/2023/03/victor-yeimo-patriot-antirasisme-sejati.html

Tahun 2007 Victor dan kawan-kawan pulang ke Tanah air Papua dengan agenda exodus dan gagalkan pemilu dengan membuat posko-posko Papua zona darurat di Makam Theys Eluay di Sentani. Tahun 2008-2009 Victor dan kawan-kawannya mendirikan organisasi sipil Papua merdeka yang diberi nama Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Selain, KNPB didirikan di seluruh tanah Papua, Victor juga kerap diskusi, aksi, dan habiskan waktu di kampus-kampus untuk mendidik mahasiswa di Jayapura. Tahun 2011 sesudah Mako Tabuni, mantan Ketua Umum KNPB dibunuh oleh Densus 88, Victor yang saat itu menjabat sebagai Juru Bicara Internasional KNPB menggantikan posisi Mako Tabuni sebagai Ketua Umum. 

Victor kerap muncul di Perserikatan Bangsa-Bangsa hingga seminar-seminar internasional sosialis untuk Kampanyekan Perjuangan Papua Merdeka dari Kolonialisme Indonesia dan Kapitalisme.

Victor sudah sering mengalami penculikan, penganiayaan, hingga penyiksaan oleh aparat Indonesia. Sudah tiga kali Victor ditahan dengan tuduhan Makar yaitu tahun 2009, 2011 dan 2021 yang sedang mengalami proses hukum dengan tuduhan yang sama yaitu Makar oleh polisi Indonesia, 

Victor Yeimo Menurut Pejuang Papua dan Akademisi

Pertama, Yason Ngelia, Pimpinan Redaksi lao-papua.com; “Seumur hidup ia telah berupaya mendidik rakyat Papua untuk berani melawan penjajah bahkan mengahadapi resiko berat oleh penjajah”.

Kedua, Jefri Wenda, Juru Bicara Nasional Petisi Rakyat Papua (PRP); “Kualitas Victor Yeimo dalam memahami teori dan praktek perjuangan pembebasan nasional, keterbukaan dia pada siapapun tanpa memandang latar belakang identitas, serta kesanggupan dia sebagai pejuang dalam pengabdiannya terhadap perjuangan pembebasan nasional atas dasar kecintaannya terhadap tanah air yang telah teruji “.

Ketiga, Philipus Robaha, Aktivis Sonamappa; “Victor Yeimo itu sama diibaratkan dengan Soekarno, Hatta, Tan Malaka dan pejuang Indonesia lainnya yang berjuang untuk memerdekakan bangsa Indonesia yang dijajah oleh Belanda saat itu “.

Keempat, I Ngurah Suryawan, Antropolog dan Dosen Universitas Papua, Manokwari; “Yeimo bagi saya adalah salah satu penanda penting tumbuhnya kaum muda Papua yang progresif, kritis sekaligus juga untuk membaca dan berefleksi tentang arah pergerakan.

Kerja aktivisme berpadu dengan kesadaran intelektual melahirkan pemikiran-pemikiran yang fundamental dalam gerakan sosial pembebasan di tanah Papua “. (https://youtu.be/riHoqLIGhOA, #Cuplikan Siapakah Victor F. Yeimo: Oleh (Mikael Kudiai), diupload pada 31 Oktober 2022, pada Channel Boca Papua, 4 Bulan Lalu, diakses oleh penulis pada 03/03/2023, Pkl. 22:19 WIT).

Kurang lebih sosok, dedikasi, dan passion nasionalisme dan patriotisme kawan Victor Yeimo. Setelah cukup dekat mengenal kawan Victor Yeimo, sekarang baiklah kita flashback and cross check fenomena persidangan kasus Victor Yeimo yang terjadi secara penuh Rasisme Institusional Struktural, ‘Pseudo-Hukum’, dan Victim Blaming.

Potret Ambiguitas dan Absurditas Persidangan VY

Perlu kita tegaskan bahwa fenomena penangkapan, penahanan dan persidangan kawan Victor Yeimo akan menjadi ‘Ujian Pasal Makar Rasis NKRI’ yang menarik dan menantang komitmen, konsistensi, integritas, independensi, kapasitas, higienitas, intelektualitas, rasionalitas dan kredibilitas aparat yudikatif bangsa ini; polisi, hakim, dan jaksa (aparat kontitusional).

Potret ambiguitas, absurditas, abnormalitas dan abprematuritas institusi dan kontitusi NKRI ini menjadi bukti, fakta dan sejarah yang secara defacto dan dejure melegitimasi dan menjustifikasi bahwa apakah menjadi seorang pejuang antirasis itu berbahaya bagi Indonesia?

Apakah menjadi antirasis itu melanggar undang-undang di Indonesia? Apakah Legal Standing atau Standing Position perjuangan anti rasis itu halal bagi institusi konstitusi NKRI? Apakah jiwa-jiwa aparat yudikatif bangsa ini adalah mereka yang antirasis atau prorasis?

Apakah hukum Indonesia pro atau kontra Rasisme? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini akan terjawabi jika kita secara saksama mengikuti beberapa lembaran sidang kawan Victor Yeimo, tapi sebelum itu perlu kita ketahui terdahulu terkait kronologi penangkapan dan penahanan kawan Victor Yeimo.

Kronologi Penangkapan dan Penahanan VY 

Berdasar informasi yang dihimpun, kronologi penangkapan bermula saat Viktor diketahui menggunakan nomor handphone baru guna mengelabui pantauan petugas. Namun, setelah dilakukan penyelidikan dan analisa, diperoleh nomor kontak Viktor yang terbaru sebanyak 3 buah.

Hasil analisa tersebut kemudian diberikan kepada tim lapangan yang kemudian ditindaklanjuti.

Lalu, pada hari ini sekira pukul 19.00 WIT, tim melaksanakan giat pemburuan terhadap target Viktor Yiemo ke arah Tanah Hitam. Saat berada di depan dealer Daihatsu Tanah Hitam, tim lakukan observasi untuk memastikan kebenaran target adalah Victor Yeimo.

Setelah dapat dipastikan, selanjutnya tim langsung melakukan penangkapan yang saat itu target sedang berbelanja di sebuah kios.

Selanjutnya, tim bergeser ke Polda Papua dan membawa target Viktor Yeimo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, (https://nasional.okezone.com/read/2021/05/09/337/2408133/kronologi-penangkapan-viktor-yeimo-dalang-kerusuhan-papua-2019, 04/03/2023).

Hal ganjil yang mengganjal di sini adalah bahwa Victor ditangkap tanpa ada surat penangkapan yang resmi. Ia tiba-tiba ditangkap dengan alasan bahwa namanya termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kapolda Papua lantaran Aksi Rasisme 2019 yang berujung anarkis.

Victor juga berkata bahwa ia tidak akan lari, sebab dirinya paham bahwa jika ia lari pasti ia dieksekusi mati dengan tambakan timah panas. Victor hanya meminta aparat keamanan untuk menunggu adiknya yang ada pergi ke Kios. 

Victor saat itu sangat kooperatif sekali, ia tidak melawan ketika diamankan ke kantor polisi. Sikapnya itu menunjukkan kedewasaan, kematangan dan kebijaksanaan dalam bersikap menghadapi negara, ia tenang, walaupun keadaannya tegang saat itu, ia bisa saja diculik dan dihilangkan seperti yang terjadi pada para pendahulunya, Thomas Wanggai, Arnold Ap, John Mofu, Theys Eluay, Aristoteles Masoka dan lainnya. 

Rupanya skenario penangkapan dan penahanan Victor Yeimo itu sudah di-setting dan di-desain sedemikian rupa oleh orang-orang yang terlatih dan profesional. Semuanya seperti terjadi sebagaimana Peristiwa sosial biasanya. Padahal di balik itu ada banyak aktor intelejen yang bermain rapih.

Di mana agenda Victor hari itu sudah diperhitungkan serijit mungkin, orang yang ia jumpai juga sepertinya sudah dikondisikan, kondangan yang ia hadiri juga sepertinya termasuk di dalam salah item-item pertimbangan, lokasi Abepura Tanah Hitam sepertinya sudah disterilkan dari jauh-jauh di mana saat kejadian sama sekali nyaris tidak ada orang atau warga lokal yang melintas dan melihatnya.

Bahkan orang-orang yang bersama dengannya juga patut dipertanyakan sebagai apakah mereka informan internal atau bukan? Singkatnya, Victor Yeimo dijebak dengan strategi yang diluar nalar kaum awam, hanya hantu berwajah Intelejen negara saja yang satu berserta manusia-manusia bejat di sekitarnya.

Setelah sepintas memandang kronologi penangkapan dan penahanan kawan Victor Yeimo berikut hendak kita selami, pahami dan dalami bersama terkait potret persidangan kawan Victor yang berlangsung penuh trik dan intrik Victim Blaming junto Rasisme Institusional Struktural. Bersambung. (!)

(KMT/Admin)

Previous Post
Next Post

0 komentar: