*Yulianus Kebadabi Kadepa
Baik buruk atas terjadinya pemekaran Provinsi Papua menjadi lima provinsi Papua. Ada apa?
Terjadi pemekaran wilayah Papua telah terpecah belah dari akar permasalahan pemekaran provinsi Papua. Apa yang terjadi sampai sekarang tidak ada kabar berita yang baik kepada masyarakat Papua. Apakah Papua tidak terlepas dari NKRI? Ataukah masalah apa sampai sekarang tidak ada kabar baik yang kita dengarkan dari wilayah Indonesia yang paling timur?
Tidak ada berita yang baik karena kronologis yang terjadi saat ini di Papua takut untuk hidup mandiri oleh kolonial Indonesia. Karena di Papua sangat terpenuhi makna hidup seperti alam semesta yang Tuhan tempatkan bagi masyarakat Papua. Papua adalah bagian dari istana untuk berbagai macam aspek kehidupan begitu banyak indah dari alam semesta sampai dengan hidup masyarakat.
Pada saat ini kabar baik kepada masyarakat Papua adalah berita pemekaran provinsi satu menjadi lima provinsi Papua. Hal ini terjadi bukan untuk masyarakat Papua mendapatkan berita bahagia akan tetapi malah Masyarakat Papua penderita di atas menderita.
Penulis opini ini tidak setuju dengan pendekatan pemekaran provinsi Papua karena masyarakat Papua hidup masih hidup dalam kekacauan, hidup di hutan karena di kota dan di bagian provinsi pastinya yang akan dikuasai oleh orang non Papua.
Kita melihat kembali dan merefleksikan kembali dengan provinsi Papua saja masyarakat Papua menghadapi dalam kehidupan dengan pengungsian di hutan. Apa lagi pada zaman ini sudah pemekaran provinsi Papua menjadi Lima provinsi Papua bertambah hidup masyarakat Papua semuanya hidup di hutan.
Solusi yang tepat untuk mencari jalan keluar mendekatkan wilayah lima provinsi Papua, adalah berdialog langsung dengan Negara Republik Indonesia untuk meminta alasan dan tujuan yang terjadi pemekaran provinsi Papua ini. Satu provinsi saja tidak ada terjadi kabar baik bagi orang Papua sampai sekarang. Sekarang ini pemekaran provinsi menjadi lima provinsi. Jadi, nantinya di Papua sebagai sumber masalah
Pemerintah Indonesia memperalat bagi orang Papua dengan berbagai macam lewat makanan dan minuman dengan tujuan orang Papua habis dan menguasai Budi daya alam Papua. NKRI tidak terlepas dari Papua barat karena di Indonesia ini terjamin oleh alam Papua yang begitu relatif seperti emas PT Freeport Indonesia, minyak bumi dan kelapa sawit di Papua. Negara Indonesia hidup karena atas dasar kekayaan alam semesta di Papua. Maka pemerintah Indonesia mencari jalan keluar untuk pendekatan provinsi Papua.
Dari awal Provinsi satu yaitu Provinsi Papua saja, banyak orang berkorban di atas tanah Papua ini. Apa lagi di Papua banyak Provinsi, orang Papua pasti akan habis.
Kabar yang sesungguhnya orang Papua meminta perdamaian di atas tanah Papua bukan untuk kabar buruk di atas tanah Papua. Walaupun di atas tanah Papua sudah pemekaran provinsi Papua demi sedikit kehilangan untuk membodohi masyarakat dengan rupiah. Orang Papua tahu bahwa hikmat kebijaksanaan martabat manusia orang Papua masih dalam NKRI tidak terlepas. Tetapi orang Papua selalu merasakan kepahitan karena banyak nyawa korban, tertindas, penganiayaan dan pengungsian kepanjangan dimana-mana mana di Papua. Hal-hal ini terjadi tidak ada kebijakan yang belum pasti oleh NKRI.
Masyarakat Papua meminta untuk damai adil dan sejahtera bukan untuk masyarakat Papua menderita. Dengan ini Papua mengharapkan agar supaya tidak terjadi kekerasan maka bagi pemerintah Indonesia memberikan kabar yang baik bagi bangsa Papua. Jika tidak Papua pasti menjadi pintu gerbang masuk dalam kategori tidak benar seperti yang terjadi sekarang ini. Yang terjadi adalah konflik bersenjata antara TNI Pirlo dan OPM semuanya terjadi ketika tidak ada berita yang baik bagi orang Papua.
Menjadi kabar yang baik di Papua antara pemerintah Indonesia dan orang Papua “ mari Kitong bicara dulu hal yang terjadi di atas tanah Papua” supaya kabar Papua bisa terjadi menurut keinginan masyarakat Papua.
Orang Papua perlu ketahui bahwa kita mendapatkan kabar baik di Papua seharusnya kita kuat dan berdialog antara Jakarta Papua. Seperti yang jejek aki almarhum Pater Neles Tebay dalam bukunya dialog Jakarta-Papua sebuah prefektif Papua, halaman 52 yang berbicara tentang banyak pihak mengumandangkan dialog antara pemerintah dan orang Papua atau dialog Jakarta-Papua untuk menyelesaikan konflik Papua secara resmi sehingga akan terjadi kabar yang baik kepada masyarakat Papua. Namun, hingga kini belum ada kabar baik tentang Papua. Maka jalan solusi terbaik konsep tertulis dialog Jakarta-Papua yang di kehendaki oleh pemerintah dan orang Papua.
Dalam prefektif masyarakat Papua apabila masalah Papua mau di selesaikan melalui dialog bukan untuk tampa sepengetahuan kepada masyarakat Papua. Hal ini terjadi dalam pembagian provinsi yang mencari rupiah langsung masuk. Jika kabar yang baik ada diolang yang bertujuan untuk mencapai “papua, tanah damai”, orang Papua menuntut keterlibatan dalam semua orang yang hidup di atas tanah Papua dalam setiap upaya untuk mencapai perdamaian.
Menulis mengajak kita bagi orang Papua harus mengambil semua anggota masyarakat Papua mesti merasa terlibat dalam keseluruhan proses dialog, agar Papua tidak terjadi perkosaan oleh kolonial Indonesia, sekaligus dengan memainkan peranan yang berbeda pada tahap yang berbeda untuk demi kabar baik bagi bangsa Papua.
Mencari kabar baik amat sulit bagi orang Papua maka perlu melakukan peranannya masing-masing untuk solusi yang tepat. Orang Papua harus bersatu padu dengan siapa saja untuk demi mewujudkan perdamaian dan kabar baik dengan Selin melengkapi, saling menjaga, menghargai sebagai martabat manusia bagi orang Papua. (*)
*Penulis Adalah Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat-Teologi “Fajar Timur” Abepura-Papua.

0 komentar: