![]() |
| (Foto:Ist/Unikab) |
Kira-kira kapan buka Lomba Baku Maki yang baru-baru ada keluar Twibbon Brosur dari WhatsApp grup sebelah. Ini sebenarnya main hakim sendiri dalam realita kehidupan dinamika baku tipu ramai berkombinasi yang merujuk dari berbagai media sosial, di kala masa kini pada diri hari. Setelah Badai Cartenz Kab. Piala Bupati Nabire, Provinsi Papua Tengah. Akan kita lomba baku maki menuju pesta tahun politik 2024. Dalam rangkaian pendaftaran tersebut ada beberapa persyaratan yang tercantum tidak memenuhi syarat (di mata pejuang sejati), tapi kalau dimata Sang malapetaka itu masih bangun opini kiri kanan, mondar-mandir, atas bawa, depan belakang, dan seterusnya.
Sistem mekanismenya sudah jelas, dari kelas ini, dari kelas itu, bahkan sampai di kelas Internasional. Ada yang main hakim sendiri di dalam kandang, ada yang makan sepiring di ruang tamu undangan, ada yang membelikan sebatang rokok, ada pula menjual harga diri itu barter dengan hak ulayat. Dari lomba yang akan diselenggarakan itupun ada hakikat manusia yang berkedok agama, ada yang berdekok rupiah, ada yang berdekok singa, dan lainnya seperti sultan. Semua itu kepetingan baku maki bangun opini yang bersifat persuasif padahal itu hanya kepentingan seribu, kepentingan dua ribu, kepentingan tiga ribu dan sampai kepentingan dibawah lima puluh ribu.
Dikesempatan ini juga, banyak tawaran-tawaran yang sangatlah sadis dilakukan oleh manusia sekelompok manusia yang berbadan pro dari dua pelaku sang malapetaka terhadap bagi orang yang buta huruf (Ab/abjad) yakni; Pakaian berdasi berbadan hitam, dan pakaian berbadan putih, yang dijuluki sebagai penyamun dari Badan Intelijen Negara (BIN) tingkat Nasional/pun Internasional.
Dari sudut pandang yang berbeda namun taktik mekanisme target yang sama. Dari Badai Cartenz Kab. Piala Upin-Ipin maupun Lomba Baku Maki yang berupa bangun opini kiri kanan mondar-mandir itulah sebabnya. Ya, jelas ilustrasinya bahwa dalam konteks ini adalah rangkaian kegiatan menuju paradoks Agenda pesta politik pada 2024 besok. Paranormal Sang Pelakor anak cendrawasih yang tidak tahu eksistensi budaya pesta politik ikut sertakan dalam rana instruksi dari institusi para ahli politik. Padahal itu, politik yang menghembuskan nafasnya anak putra daerah sendiri, demi kepentingan pesta Babi berpolitik.
Selain itu, ada juga yang gula-gula manis daripada permen relaxa. Gula gula itu ada dua jenis, yaitu; gula gula kaki dan gula berupa pago. Beda jauh sama Permen Relaxa. Ada jenis yang paling di khawatir juga kalau orang yang baru rasa, karena ia baru rasa sehingga rasanya macam itu, itu terus hingga sebentar bisa beli habis. "Ilustrasi saja bahwa; putra cendrawasih mampu beli nyawanya dengan harga segitunya dengan senilai seribu dua ribu, bahkan seharga 50 ribu rupiah pun biasa terjadi. Padahal nantinya akan terjadi di bunuh, di siksa, di hina dan seterusnya sampai para pemain pelomba asyik Baku Maki bangun opini kiri kanan mondar-mandir atas hak asasi manusia itu sendiri. Atas dasar itulah sebabnya malapetaka itu terjadi dan sadar ketika sayap kanan ataupun sayap kiri para komando pro sedang ditutupi lalu itu dibungkam eksekusi mati".
Pace kamu sadar, kamu akan sadar ketika kamu beraksi HAM tanpa ada subjek yang memihakmu nanti. Lupa akan waktu, sadar akan ketika dieksekusi tidak sadar secara ketidakpastian hukumnya. Seharusnya itu, harus tahu, bahwa dilaka pertandingan mulai, dari sebelumnya hingga sekarang–mulai berlangsung. Mengapa mereka adakan hingga berturut-turut? Harus klasifikasi baik dalam sistem yang mereka manfaatkan dalam konteks situasi panas dan memanas seperti ini. Walaupun sponsornya jelas, pelatihnya jelas, wasitnya jelas, bahkan pemainnya pun jelas. Namun, ada apa dibalik itu? Siapa yang memanfaatkan? Setelah dari pemerintah dibelakangnya. Kalau hanya mau seleksi betul-betul bibitnya, lantas apa para kaum pro dan pro hanya pertandingan berlabuh hingga Papua Tengah jadi daerah sentralisasi Liga Utama Sepak Bola Amerika Serikat?
Nabire itu bibit-bibit unggul banyak, jangan main dengan segala macam sistem identifikasi manusia yang serupa otak-otak bandeng. Kenapa sejak awal pertandingan mulai tidak terima sekian banyak pemain karena di Nabire itu tempat pusatnya jumlah anak-anak muda yang bergelar Atlit Papua Tengah. Ada apa pemerintah harus terus berlatih dan terus gelar pertandingan selama ini? Masa muda adalah masa penentu masa depan para penggerak Papua di masa yang akan datang. Masa remaja anak muda Nabire Papua Tengah sedang di idolakan Tim-tim terkuat untuk menciptakan legendaris dimusim situasi seperti ini. Sekuat-kuatnya para kaum hawa sedang berambisi dengan berlomba kelas diatas 8 Pesepak Bola Dunia yang Paling Berpengaruh Sepanjang Masa: Mulai Pele Hingga Messi.
Yesi, asyik sekali! Mereka sudah sepakat dalam dunia pesepak bahwa dalam waktu dekat dipesta politik pun akan bertanding dengan kanda Boas Salossa alias pesepakbola Papua yang sudah berlaga pada bintang pesepakbola. Ini mereka sudah sepakat bahwa kita bisa, anak muda Papua Tengah akan menang dari para Indikator pesepakbola hebat/prestasi yang diraih dikalahkan tuk Klub Tim Nasional lainnya. Namun, besok sekedar jumlah penampilan hingga gol pengaruh besar dalam sistem kebineka-an. Bahkan juga demikian sebaliknya, bila kita analisis dari persepsi masyarakat terhadap praktis politik 2024. Otomatis soal sistem seperti ini, yang mana para oknum-oknum tertentu yang memegan dan jadikan Negara ini sebagai Negara otoriter. Yang main diluar garis Pro harga mati bagi kaum orang-orang yang cari sesuap perutnya sementara. Tidak ingat masa depan yang akan panjang itu.
Ingat! Kamu pernah jadi Mahasiswa Eksodus sewaktu Anda masih berstatus Pendidikan. Entah itu? Kamu mau jadi DPR ka, mau jadi KPU ka, mau jadi Bupati ka, mau jadi kepala Bank kaa, mau jadi Pegawai ka, mau jadi Pembantu ka, mau jadi Koki ka, mau jadi Sopir ka, mau jadi Guru ka, mau jadi Suster kaa, Mau jadi Mahasiswa berdekok putih lapis merah ka, mau jadi Artis bayaran ka, Mau jadi kepala Babi ka, mau jadi kepala Ayam ka, mau jadi kepala Udang ka, dan pokoknya mah jadi apa saja; Tak akan pernah bicara soal kamu punya hak dan martabat orang Papua.
Tercatat! Negara tidak akan benarkan jikalau kamu berbicara tentang segala asupan yang sebentar disuapin lalu kalau kamu bilang itu benar seperti yang nantinya akan di ceritakan Lomba Baku Maki menuju pesta politik 2024 mendatang di Bumi Cenderawasih ini. Kamu lupa bicara kamu punya Papua Tengah, kamu melawan lupa untuk ketidakadilan, kamu lupa literasi untuk demi Hutan dan Tanah Papua, kamu lupa bicara tentang kamu punya hak dan martabat putra daerah di atas negeri sendiri, dan banyak lagi tentang ketidakpastian kamu lupa banyak hal di birokrasi pemerintah terhadap rakyat jelata di beranda dinamika Lomba Baku Maki pada tahun-tahun mendatang dalam konteks ciri khas pesta Babi Berpolitik yang akan terjadi hari ini, besok, dan seterusnya. (Unikab/*)

0 komentar: