![]() |
| Dok: Ist/Kejadian Di Deiyai. (Mengotopsi Kasus Deiyai) |
*Siorus Degei
Kurang lebih demikian isi ringkas kronologi sekaligus pernyataan sikap yang dikeluarkan oleh Komnas TPNPB-OPM Kodap XI Odiyai Kabupaten Dogiyai.
Berikut kita akan melihat bersama-sama duduk perkara di Kabupaten Deiyai yang melahirkan letupan dan detupan percikan konflik hingga hari ini.
Isu Keracunan, Kebakaran dan Percikan Konflik Horizontal di Deiyai.
Ada tiga versi kronologi yang hendak penulis angkat di sini:
Pertama, Pembuangan Ayam Hidup (Pedaging) di Halaman Warga Deiyai, (Senin, 12 Desember 2022). Pasca Pembakaran di Kabupaten Deiyai, Senin 12 Desember 2022, warga masyarakat menemukan Ayam Pedaging Hidup dibuang di halaman rumah.
Dari kesaksiannya video di bawah ini, sebuah truk mengangkut ayam hidup itu dalam sebuah karung 50kg. Ayam-ayam itu kemudian di buang di sekitar halaman warga masyarakat.
CC: Sampai saat ini belum diketahui motif pembuangan ayam-ayam tersebut.
Warga masyarakat juga belum mengindetifikasi truk yang mengangkut Ayam-ayam itu (foto/video).
Kedua, Perihal : Perkembangan Situasi Kerusuhan yang berujung Pembakaran Kios di Pasar Waghete-1 Distrik Tigi Kab. Deiyai oleh Masyarakat OAP (Orang Asli Papua)
https://kawatmapiatv.blogspot.com/2022/12/deiyai-menyala-apa-target-nkri-14.html
Pada 12 Desember 2022 Pukul 11.10 WIT, di Jl. Kompas (Depan Lapangan Thomas Adii Waghete), Kampung Waghete-1, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, telah terjadi kerusuhan yang berdampak pembakaran kios di Pasar Waghete-1 yang dilakukan oleh OTK masyarakat OAP yang disebabkan karena adanya tuduhan penyemprotan Racun pada Pakaian yang dijual oleh pedagang Non OAP, sehingga mengakibatkan 1 anggota Koramil 1703-02/Tigi, 1 Masyarakat Non OAP dan 1 masyarakat OAP mengalami luka-luka. Selanjutnya dapat dilaporkan sebagai berikut :
Identitas Korban : Nama/Pangkat : Toni Edward Mansin. Pangkat/NRP : Sertu/21130220120291. Jabatan : Babinsa Ramil 1703-02/Tigi Dim 1703/Deiyai Rem 173/PVB Dam XVII/Cen. Agama : Kristen. Jenis kelamin : Laki – laki. Suku : Manokwari. Umur 28 Tahun. Pekerjaan : TNI-AD. Alamat : Jl. Waghete I, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai.
Nama : Lindra. Agama : Islam. Umur 28 Tahun. Suku: Buton. Jenis Kelamin : Laki-laki. Alamat : Kampung Waghete I. Pekerjaan : Tukang Ojek.
Nama : Kristianus Mote. Agama : Kristen. Umur : 10 Tahun. Suku : Mee/Papua. Jenis Kelamin : Laki-laki. Alamat : Kampung Waghete I. Status : Pelajar.
Kronologis Kejadian sebagai berikut :
Pertama, Puku l0 WIT seorang Mama OAP (identitas LID) membeli baju di Kios Pakaian milik Bpk. Aswan. Setelah baju tersebut dipakai, Mama OAP tersebut beralasan pusing dan pingsan (indikasi hanya berpura-pura).
Kedua, Pukul 11.05 WIT mengetahui ada seorang mama OAP pingsan, masyarakat OAP yang lainnya langsung marah sehingga terjadi kerusuhan dan menyerang kios milik Bpk Aswan dengan alasan bahwa baju yang dibeli oleh mama OAP tersebut telah disemprot racun.
Ketiga, Pukul 11.10 WIT beberapa masyarakat OAP mulai melakukan pembakaran terhadap kios milik Aswan yang akhirnya merambat ke Kios lain yang letaknya berhimpitan.
Keempat, Pukul 11.15 WIT 3 orang Anggota Koramil 1703-02/Tigi (Sertu Nursalim, Sertu Habel Badi dan Sertu Toni), 3 orang anggota Polres Deiyai (AKP Aslan Djafar/Kabag Ops Polres Deiyai beserta 2 orang anggota) serta 3 orang anggota Polsek Tigi dpp Iptu Sahetapi (Kapolsek Tigi) tiba di lokasi pembakaran dan berusaha melerai serta menenangkan masa namun kembali diserang oleh masa sehingga mengakibatkan 1 orang anggota Koramil an. Sertu Toni Edward Mansin mengalami luka tusuk di bagian punggung dan pinggang kanan sedangkan yang lainnya berhasil menghindar dan menyelamatkan diri dengan mengeluarkan tembakan peringatan ke atas.
Kelima, Pukul 11.19 WIT Kapolres Deiyai Kompol I Made Suwartika S.Ik beserta anggota Polres Deiyai tiba di TKP selanjutnya mengamankan masa dan berusaha untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya dan dibantu 1 unit mobil Tangki air.
Keenam, Pukul5 WIT 25 orang anggota Kodim Deiyai dpp Lettu Inf Rudi Jambornias tiba di TKP dan membantu Polres Deiyai untuk mengamankan situasi serta membantu memadamkan api.
Ketujuh, Pukul 11.30 WIT 11 orang anggota Satgas Yonif RK 113/JS dpp Sertu Ikhsan tiba di TKP dan langsung melaksanakan pengamanan.
Kedelapan, Pukul 12.35 WIT api berhasil dipadamkan.
Kesembilan, Pukul0 WIT, Letkol Inf I Wayan Dedi Suryanto (Dandim 1703/Deiyai), Ateng Edowai (Bupati Deiyai), Petrus Badokapa (Ketua DPRD Kab. Deiyai) beserta beberapa anggota DPRD Kab. Dogiyai tiba di TKP untuk meninjau lokasi pembakaran.
Kesepuluh, Pukul2 WIT, Dialog antara Bupati Deiyai dengan Tokoh Adat Deiyai dan Tokoh Masyarakat OAP yang intinya adalah sebagai berikut :
Arahan dan penyampaian Bupati Deiyai intinya adalah sebagai berikut :
Pertama, Kami Pemda beserta Forkopimda akan tetap memperhatikan permasalahan ini dengan melihat awal masalah apa yang terjadi, mencari siapa pelakunya dan kronologis bagaimana. Permasalahan ini perlu kita selesaikan dengan hati dingin sehingga secepatnya akan kita selesaikan.
Kedua, Masyarakat Deiyai juga bergantung dari Kios-Kios yang ada untuk membeli bahan keperluan pokok. Untuk itu diharapkan agar masyarakat semua tenang dan mendata kios-kios yang menjadu korban pembakaran ini, serta mendata jumlah kerugiannya.
Ketiga, Sekali lagi kami meminta kepada masyarakat sekalian untuk tenang menghadapi situasi saat ini, untuk sementara waktu dari Pemerintah Daerah dan dari Aparat keamanan akan menutup Akses jalan yang mengarah ke Kampung Kokobaya, Kampung Tigi Barat, Kampung Tigi Timur dan Kampung Bomou untuk mencegah masuknya orang luar ke Kota Deiyai. Bersambung. (*)
(KMT/Admin)

0 komentar: