Selasa, 13 Desember 2022

Deiyai Menyala, Apa Target NKRI? (3/4)

 

Dok: Ist/Penembakan di Deiyai. (Mengotopsi Kasus Deiyai)
*Siorus Degei 

Keempat, Selama kepemimpinan kami di Kabupaten Deiyai, kami selalu menuhi keinginan masyarakat sekalian, atas kejadian ini (kita) akan melakukan Sweeping untuk menjaga keamanan yang ada diwilayah Kabupaten Deiyai bersama Aparat kampung TNI-Polri dan Pemerintahan Daerah. Kami meminta Data untuk Korban yang terkena dari imbas kebakaran.

Kedua, Penyampaian dari Bpk. Yosef Mote (Kepala Suku Tigi) yang intinya bahwa, kami masyarakat yang berdiam di Kota ini mohon untuk difasilitasi oleh Bupati untuk membuat acara adat guna mencari siapa pelaku awal kerusuhan tersebut, apakah dari Distrik Kota (Distrik Tigi) atau dari Distrik lainnya sehingga kami masyarakat yang tinggal di Distrik Kota ini tidak dipersalahkan terus.

https://kawatmapiatv.blogspot.com/2022/12/deiyai-menyala-apa-target-nkri-14.html

Ketika, Penyampaian dari Bpk. Frans Mote (Ketua LMA Kab. Deiyai) yang intinya adalah sebagai berikut :

Pertama, Kami turut merasa sedih atas kejadian tersebut, bagaimanapun kita yang berada di Deiyai sini bersaudara.

Kedua, Setelah dari suku Mee akan membantu menyelidiki siapa pelaku pembakaran tersebut.

Keempat, Penyampaian dari Bpk. La Misili (Kepala Suku Buton) yang intinya adalah sebagai berikut :

Pertama, Isu Hoax Pendatang yang meracuni makanan sebenarnya ini sudah lama, tetapi kenapa belum ditangani dan ditindak lanjuti juga sampai sekarang, apakah harus menunggu kebakaran seperti ini terjadi barusan ditindak lanjuti; dan.

Kedua, Kami meminta kepada Bapak Bupati dan Apkam TNI-Polri untuk memberikan Sanksi dan penangkapan terhadap pelaku yang melakukan tindakan pembakaran tersebut.

Ketiga, Pukul 13.20 WIT setelah meninjau lokasi pembakaran, Bupati Deiyai bersama Forkopimda meninggalkan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Keempat, Kerugian akibat peristiwa Kerusuhan pembakaran tersebut adalah sebagai berikut :

Pertama, Personel.

Sertu Toni Edward Mansin, Babinsa Koramil 1703-02/Tigi mengalami luka tusuk pada bagian punggung dan pinggang sebelah kanan namun dalam kondisi sadar. Saat ini Ybs dievakuasi ke RSUD Nabire untuk perawatan lebih lanjut.

Lindra (Non OAP), Tukang Ojek, mengalami luka terkena senjata tajam di bagian Kepala dan masih sadar. Saat ini dirawat di RSUD Pratama Kelas D Kab. Deiyai.

Kristianus Mote (OAP), Pelajar SD, mengalami luka terkena senjata tajam di bagian Kepala.

Kedua, Materiil.

51 Kios pasar Waghete-1 terbakar habis. 9 Unit Sepeda Motor terbakar.

II. Pendapat Pelapor.

Pertama, Kejadian tersebut adalah merupakan dampak dari adanya Isue penyemprotan racun oleh masyarakat Non OAP di daerah Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai dan Paniai yang akhir-akhir ini marak dihembuskan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang hingga saat ini belum ada tindakan nyata dari Pemda setempat untuk memberikan sosialisasi dan penekanan kepada masyarakatnya terutama masyarakat OAP agar tidak mempercayai isu (Hoax) yang terjadi akhir-akhir ini.

Kedua, Khusustiwa pembakaran Kios di Pasar Waghete-1, Distrik Tigi Kab. Deiyai ini terdapat indikasi bahwa hal tersebut sudah disetting sebelumnya, dimana seorang Mama yang mengaku Pingsan saat memakai Baju yang dibelinya tersebut melarikan diri saat terjadi kerusuhan dan pembakaran dan menurut beberapa saksi bahwa mama tersebut terlihat dalam kondisi sehat saat melarikan diri.

https://kawatmapiatv.blogspot.com/2022/12/deiyai-menyala-apa-target-nkri-24.html

Ketiga, Pada saat selesai memadamkan api, masyarakat Non OAP korban pembakaran melakukan pengrusakan/merobohkan lapak-lapak jualan milik masyarakat OAP untuk melampiaskan sakit hatinya.

Ketiga, Pada Peristiwa tersebut juga telah diamankan 10 orang masyarakat OAP yang diduga turut serta dalam kerusuhan dan pembakaran kios tersebut. Saat ini kesepuluh orang tersebut diamankan di Tahan Polsek Tigi.

Keempat, Korban anak-anak masyarakat OAP adalah merupakan korban dari amuk masa Non OAP karena anak tersebut pada saat kejadian mengendarai sepeda Motor dengan kencang dan ketika dihentikan Ybs melakukan perlawanan. Serta diduga anak tersebut adalah pelaku pencurian HT milik Koramil Tigi saat kejadian.

Kelima, Situasi Distrik Tigi Kabupaten Deiyai saat ini masih rawan terkendali, karena masih perlu untuk diantisipasi adanya aksi balas dendam dari masyarakat Non OAP yang masih menyimpan dendam terhadap masyarakat Non OAP.

CC: Belum terkonfirmasi sumber informasi ini. Tampak foto seorang korban. Video saat kejadian pembakaran dan setelah pembakaran.

Ketiga, Kasus Pembakaran Kios/ Lapak Pedagang Campuran Di Jl. Kompas Depan Lapangan Thomas Adii Waghete oleh POK Massa Pengunjung Pasar.

*I. Fakta-fakta :

Pada hari Senin tgl 12 Desember 2022 pkl 11.15 Wit telah terjadi aksi Pembakaran sekitar 53 kios/ lapak pedagang campuran yg terlerak di jln. Kompas depan Lapangan Thomas Adii Wahgete kab. Deiyai olh Pok Massa pengunjung pasar.

Identitas Korban :

1). Sertu Edwards Mansin/Anggota Babinsa Ramil 1703 Deiyai Nrp. 21130220120291, Kristen/ Suku Manokwari, 28 Tahun, Wagethe 1 Kabupaten Deiyai. Luka tikam dipunggung kanan dan luka tikam di perut kanan (di Rawat di RSUD Paniai).

2). Lindra, 28 Tahun, Swasta, Islam, Waghete (Tukang Ojek). Mengalami luka kena kampak di Kepala. Kondisi Sadar. (Dirawat di RSUD Paniai).

Kristianus Mote, 10 Tahun, Pelajar, kampung Waghete 1. Mengalami luka robek di kepala (dirawat di RSUD Deiyai).

Kerugian Materil :

53 Kios/ Lapak pedagang campuran yg terbakar. Kerugian ditafsir sekitar Rp. 4.000.000.000,- (Empat Milyard Rupiah).

Masyarakat yg diamankan di Polsek Tigi, utk dimintai keterangan sebanyak 11 Org al :

1). Linus Madai, 30 Tahun, Kristen Protestan, pek.tidak ada, kopai 1 Waghete.

2). Marselus Madai, 29 Tahun, Kristen Katholik, Guru honorer SD Inpres Dagokebo, Dago Kebo Waghete

3). Prengki Mote, 28 Tahun, Katholik, honorer Keuangan, kampung. Idege Wagethe.

4). Isak Doo, 20 Tahun, Katholik. Mahasiswa STK Dama, Kampung Dama Distrik Tigi Timur

5). Agus Doo, 18 Tahun, Kristen Protestan, pekerjaan. Tidak ada, Kampung Dago Distrik Tigi Timur.

6). Jhon Mote,19 Tahun, Katholik, pekerjaan. Tidak ada, Kampung Idege Distrik Tigi

7). Semua Doo, 19 Tahun, Kristen Protestan, Mahasiswa, kampung Dama Distrik Tigi Timur

8). Elikius You, 18 Tahun, Katholik. Siswa SMA N1 Deiyai, kampung Vinudoba Tigi Barat.

9). Marten Dogopia, 17 tahun. Katholik, Pekerjaan. Tidak ada, Waghete 1 Distrik Tigi. 

10). Selpianus Pigome, 13 Tahun, Kristen Protestan, Pelajar SMP Negeri Tigi Barat, Kampung. Pigake Dimi Tigi Barat.

11). Selpia Doo,17 Tahun, Kristen Protestan, pekerjaan. Tidak ada, Kamp. Obai Distrik Tigi Barat 

Kronologis kejadian :

1). Pukul 11.15 WIT ada masyarakat OAP yang membeli Baju di Kios milik Sdr. Aswan. Baju tersebut langsung dipakai, setelah dipakai bisa mengatakan bahwa badannya terasa gatal- gatal setan pusing.

Ucapan tersebut didengar oleh masyarakat disekitarnya, sehingga masyarakat emosi dan membakar kios milik Sodara Aswan dan api merambat membakar sekitar 53 Kios penjual barang campuran.

2). Pukul 11.20 WIT Kapolres Deiyai Kompol I Made Sartika tiba di Tempat Kejadian Perkara TKP dan mengamankan TKP serta menghimbau :

Masyarakat/ para pedagang untuk mengamankan barang kios yang bisa diselamatkan. Meminta Anggota TNI Polri yang telah tiba di TKP untuk membantu memadamkan api, serta mengevakuasi barang jualan yang bisa diselamatkan.

3). Pukul 12.10 WIT Api dapat dipadamkan oleh masyarakat serta Anggt TNI Polri dibantu satu unit mobil Tengki air.

4). Pukul 12.40 WIT Bupati Kabupaten Deiyai Ateng Edoway didampingi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Petrus Badokapa, Dandim 1703 Deiyai Letkol Inf I Wayan Deddy Suryanto, SE. Tiba di lokasi pembakaran.

Penyampaian Bupati :

Pertama, Kita sangat prihatin atas kejadian ini. Kedua, Untuk yang luka agar berobat ke RSUD Deiyai dan Pemda akan membantu biaya pengobatan.

Ketiga, Meminta pihak Polres Deiyai dan Satpol PP kabupaten Deiyai untuk mendata para korban masyarakat/ pedagang yang menjadi korban pembakaran dan Pemerintah Daerah akan memberikan Bantuan Konpeniaasi kepada pedagang/masyarakat yang menjadi korban.

Keempat, Meminta pedagang yang menjadi korban pembakaran untuk ditampung di Mesjid Al Sidiq Wagethe guna memudahkan pihak Pemda memberi bantuan makanan dan pendataan.

Kelima, Pemerintah Daerah akan menurunkan Tim yang terdiri dari Pihak Kepolisian, Satpol-PP, Dinas Deparindagkop dan Tomas untuk melakukan operasi pasar untuk memastikan bahwa barang-barang yang dijual oleh para pedagang tidak kadaluarsa.

Penyampaian Kapolres Deiyai :

Pertama, Meminta masyarakat / pedagang yang menjadi korban untuk dapat menahan diri dan tidak melakuakan tindakan yang dapat menimbulkan permasalahan baru.

Kedua, Kami pihak TNI Polri akan menempatkan anggota di TKP utuk mengamankan situasi disekitar TKP.

CC: Pertama, Belum informasi sumber informasi ini.

Kedua, Fotobawah ini adalah salah satu korban. Tampak di kepalanya terkena luka sobek (Inisial: Kristianus Mote). Bersambung. (*)

(KMT/Admin)

Previous Post
Next Post

0 komentar: