Minggu, 18 Desember 2022

Pembumihangusan Damai Natal di Nabire (1/2)

Dok: Isti/ Elimelek Tekege di aniaya di Pelabuhan Nabire. (Potret Kriminalisasi 2 Mahasiswa di Pelabuhan Nabire)

*Siorus Degei

Merayakan Natal bersama sanak keluarga, kerabat, Sahabat dan kenalan di kampung halaman menjadi suatu habitus dan habitat yang kuat di West Papua, bahkan di hampir seluruh penjuru bumi yang mengumandangkan Yesus Kristus sebagai Penyelamat Dunia. Sudah menjadi tradisi sakral yang dijalankan oleh hampir insan Kristen sejagat.

Sangat ironis, tidak seperti biasanya. Pelabuhan Nabire yang biasanya dihiasi dengan hiasan khas Natal rupanya berubah menjadi suatu “sarang penyamun” sebab yang menghiasi Pelabuhan bukan Ornamen Natal melainkan strategi aparat keamanan.

Bukan “Pohon Natal”, tapi peralatan dan perlengkapan perang yang terpanggang, bukan Lampu Natal, Tapi Senjata Api yang mendominasi dan menghiasi bukan Kandang Natal, tapi Mobil Milite, Bukan Lagu Natal, tapi Suara Tembakan, bukan Sinterklas tapi Serdadu Militer lengkap dengan baju tempur.

Fenomena ini terjadi di Pelabuhan Nabire West Papua pada sore hari 17 Desember 2022 ketika Kapal KM. Gunung Dempo pasca dikriminalisasinya 2 Mahasiswa West Papua yang hendak merayakan Natal bersama keluarga, handai taulan dan sanak saudara di Kampung Halaman.

https://kawatmapiatv.blogspot.com/2022/12/pembumihangusan-damai-natal-di-nabire-22.html

Berikut hendak dipaparkan beberapa versi kronologi penangkapan 2 Mahasiswa West Papua di Pelabuhan Nabire yang sangat menyerang Psikologis rakyat West Papua yang turun dari Kapal Gunung Dempo, Naik Ke Kapal, Tinggal di Kapal dan Antar Jemput Penumpang.

Pertama, Urgent! 2 Orang Mahasiswa Ditangkap di Pelabuhan Samabusa, Nabire. (Sabtu, 17 Desember 2022).

Hari ini, Sabtu, 17 Desember 2022, 2 orang Mahasiswa Ditangkap di Pelabuhan Nabire. Mereka ditangkap saat turun dari Kapal KM. Gunung Dempo. Diketahui bahwa KM. Gunung Dempo bertolak dari Jayapura, Jumat 16 Desember 2022, pukul 16. 30 Waktu Papua. Sabtu, 17 Desember 2022 Pukul 17.23 Waktu Papua tiba di Nabire.

Di Pelabuhan Nabire, rupanya Gabungan TNI-POLRI telah mensterilkan Pelabuhan Samabusa Nabire. Saat kedua mahasiswa itu turun dari Kapal, mereka langsung ditangkap.

Keterangan Tambahan:

Informasi beredar bahwa ke 2 Mahasiswa Ditangkap dan dibawa ke Polresta Nabire. Info ini belum terkonfirmasi. Inisial Nama ke 2 Mahasiswa saat ini belum diketahui. Mohon Pantauan dan Advokasi

Pelapor

(Chris Amoye Dogopia)

Kedua, Berikut laporan versi kolonial NKRI: Yth. Pasi Intel Denzipur 12/OHH. Selamat Malam, ijin melaporkan

*Laporan Informasi*

Perihal : *Monitoring penangkapan OAP yang terindikasi membawa senjata aapi*

*I. Fakta – fakta*

Pada hari Sabtu tanggal 17 Desember 2022 pukul 14.50 WIT di Pelabuhan Samabusa, Kabupaten Nabire telah terjadi penangkapan terhadap 2 OAP yang terindikasi membawa senjata api menggunakan kapal KM. Gunung Dempo yang dilaporkan oleh masyarakat/penumpang yang ikut di kapal KM. Gunung Dempo dari Jayapura.

Kronologis kejadian

Pertama. Pukul 14.50 WIT Kapal KM. Gunung Dempo berlabu di pelabuhan samabusa, Kabupaten Nabire setelah dari Jayapura.

Kedua . Pukul 14. 55 WIT Apkam gabungan melakukan penggrebekan kedalam kapal dan berhasil menarik keluar 2 (dua) OAP yang terindikasi membawa senjata api dan langsung menuju kendaraan Mobil Avanza hitam Nopol PA 1998 KN dan langsung menuju ke Polres Nabire.

Ketiga. Pukul 15.25 WIT Kendaraan yang membawa 2 (dua) OAP yang terindikasi membawa senjata api tiba di Polres Nabire.

Keempat. Pukul 15.27 WIT 2 (dua) OAP langsung ditahan di Kantor Reskrim Polres Nabire. 

Keenam. Pukul 15.30 WIT Barang² bawaan milik kedua OAP digeledah dan dilanjutkan interogasi dan mengamankan barang² milik kedua OAP tersebut. Dari hasil penggeledahan didapati 1 (satu) senjata laras pendek dan 1 (satu) senjata laras panjang yang terbuat dari plastik menyerupai senjata mainan kemudian dibaluti dengan kain.

Indentitas Pelaku

1). Nama : Elimelek Tekege. Usia : 23 Tahun / Laki – Laki. Asal : Paniai. Suku : Mee - Pekerjaan : Mahasiswa Uncen Jayapura Jurusan Akutansi. Alamat : Paniai. 

2). Nama : Domingus Tebai. Usia : 20 Tahun / Laki – Laki. Asal : Paniai Suku : Mee. Pekerjaan : Mahasiswa Uswim Jurusan B. Inggris. Alamat : Jl. Poros Samabusa, Kamp. Sanoba Atas, Distrik Nabire, Kab. Nabire ( Samping Denzipur 12OHH).

Langkah – langkah yang diambil: 1). Mengamankan pelaku dari amukan massa ketika di pelabuhan. 2). Tidak memperbolehkan Masyarakat OAP memasuki wilayah Polres Nabire kecuali keluarga dekat dari pelaku.

*II. Pendapat Pelapor*

Selama pelaksanaan penggrebekan berjalan dengan lancar dan aman tanpa ada korban. Untuk pelaku sementara masih sel di Polres Nabire. Demikian yang dapat kami laporkan. Selanjutnya mohon ijin petunjuk. Dokumentasi terlampir_

Aneh BIN Ajaib 

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, memasuki Bulan Desember, lagu-lagu bernuansa Natal, pondok-pondok Natal dan berbagai pernak-pernik Natal mulai ramai dikumandangkan dan dipersiapkan. Orang mulai berpikir tentang apa yang perlu ia persiapkan.

Di tahun ini, Euforia Natal rupanya agak luntur atau bahkan kita katakan sudah luntur. Beberapa catatan kemungkinan penyebab lunturnya adalah:

Pertama, Perhelatan Sepak Bola Dunia, yang dikenal dengan Piala Dunia. Banyak orang di seluruh dunia, bahkan di Papua gencar mengkampanyekan Negara Favoritnya masing-masing. Ada yang lakukan convoy, pengibaran bendera dan malam harinya ramai-ramai menyaksikan Piala Dunia. Ada juga yang saling bertanding / judi.

Kedua, Konflik Bersenjata di Yapen Waropen, Puncak dan Pegunungan Bintang antara TPNPB dan TNI-POLRI. Tidak heran pada konflik bersenjata ini, Rakyat mengungsi, ada korban jiwa dan harta benda. Atas beberapa peristiwa ini, TNI-POLRI kini sedang melakukan Operasi Militer.

Ketiga, Tabrakan di Dogiyai. Akibat dari tabrakan ini, terjadi pembunuhan, pembakaran dan operasi Militer di Kab. Dogiyai.

Keempat, HAM Tanpa Hak Berdemokrasi. Pada 10 Desember 2022, di hari Peringatan HAM Sedunia, rupanya Indonesia tidak membuka ruang demokrasi. Beberapa Aksi Demontrasi diblokade, massa rakyat dipukul dan ditangkap.

Kelima, Peristiwa Keracunan di Nabire, Dogiay, Deiyai dan Paniay. Buntut dari akumulasi keracunan di Meepago memancing bangkitnya amarah masyarakat. Sehingga melakukan pembakaran kios-kios di Waghete.

Keenam, Penangkapan dua Mahasiswa West Papua di Pelabuhan Nabire. Peristiwa ini menjadi suatu peristiwa yang sangat menyayat kedamaian Natal dari para penumpang yang hendak merayakan Natal bersama keluarganya di Nabire. (Bersambung) (*)

(KMT/Admin)

Previous Post
Next Post

0 komentar: