Penembakan itu mengakibatkan korban bernama Yulianus Tebai tewas ditempat setelah ditembak dipunggung kanan belakang dan Vincen Dogomo terluka setelah ditembak di bagian paha dan telah dilarikan langsung oleh masyarakat disekitar ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan.
Menurut laporan awak media ini, penembakan tersebut terjadi di kepala air kali Degeuwo, Kampung Tugomani. Dalam ujaran warga setempat, kejadian tersebut ada berapa pemuda minta rokok kepada Sopir Truk dan dalam Truk itu ada polisi. Kemudian polisi ini, langsung angkat senjata lalu tembak kali ke arah langit dan ada beberapa pemuda tersebut ini, mereka mengejar Truk itu lalu pas baku dapat di Kampung Totoge, Kampung sebelah Tugomani.
Setelah baku dapat, Sopir Truk berhenti. Polisi yang dari dalam Truk itu langsung tembak atas nama Yulianus Tebai kenah dibagian tulang punggung belakang dan si korban kedua atas nama Vincen Dogomo di bagian paha.
Usai kejadian tersebut, keduanya dibawah kerumah pribadinya Vincen di Bukabado. Dan ada beberapa pemuda siram bensin lalu bakar Truk tersebut.
Kronologis versi Kaporles Dogiyai
Ketua Kapolres Kabupaten Dogiyai, Kompol Samuel Tatiratu, menjelaskan bahwa penembakan itu diduga dilakukan seseorang dari dalam Truk. Sopir Truk itu sempat jadi sasaran amukan massa hingga akhirnya dievakuasi petugas kepolisian. Kini Supir Truk itu sudah mendapat perawatan medis, siang tadi, (21/23) di TKP.
Samuel menjelaskan, penembakan bermula adanya sejumlah Truk dari Kabupaten Paniai menuju Kabupaten Nabire yang dipalang dan dilempari oleh sejumlah pemuda mabuk. Seseorang dari Sopir Truk tiba-tiba melepaskan tembakan, “jelasnya”.
Saat itu mobil Truk diduga dilempari sekelompok pemuda kampung yang mabuk. Kemudian hal itu direspon dengan dilakukannya tembakan dari dalam Truk.
Polisi yang menerima laporan kejadian ini kemudian turun tangan ke lokasi TKP. Satu unit Truk ditemukan dalam kondisi dibakar massa.
Saat itu di salah satu kampung yang tak jauh dari lokasi kejadian didapati 1 Truk telah dibakar. Kemudian sopirnya dianiaya dan ditikam. Lalu kami langsung berupaya menyelamatkannya dan kini telah mendapat pertolongan medis,“tuturnya”.
Samuel membenarkan bahwa terdapat 1 orang meninggal dunia akibat luka tembak. Kemudian 1 orang lagi terluka akibat jatuh dari sepeda motor.
Kronologis versi Pemuda Di Ugida
Penembakan pertama terjadi di kepala air Degeuwo, kampung Ekagokunu, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah.
Kejadian itu awalnya ada beberapa pemuda minta rokok kepada sopir truk dan sopir bilang tidak ada rokok lalu dalam Truk itu ada polisi, dan polisi itu melakukan tembak ke arah langit, “ucap salah satu pemuda yang menjadi saksi, menceritakan kronologi kejadian tadi”.
Dengan adanya penembakan dari dalam Truk itu, pemuda yang ada disitu tidak terima lalu mereka mengejar truk tersebut sampai di tanjakan Atoutogu.
Dari kejadian itu, korban Yulianus Tebai ini, dari arah Nabire ke Dogiyai, saat sampai di Tugomani, Yulianus Tebai dengan istrinya menuju ke Mapia. Namum karena melihat ada kelompok pemuda mengejar Truk, lalu Yulianus Tebai menurunkan istrinya lalu bergabung bersama para pemuda itu mengejar Truk,“katanya menurut saksi”.
Mereka tahan Truk itu di perbatasan antara Nabire – Dogiyai di Totoke Tagia, kampung Tugomani tanjakan kecil sebelah. Setelah itu ada muncul mobil dari belakang langsung tembak kearah pemuda-pemuda itu.
Saudara Yuli kena peluru di tulang punggung belakang lalu mati ditempat. Terus polisi juga tembak Vincen Dogomo anaknya Viktor Dogomo kena di paha dan sekarang ada berobat di rumah sakit Mapia, pungkasnya. (*)
(KMT/Admin)

0 komentar: