Selasa, 24 Januari 2023

Pelantikan Badang Pengurus dan Resmi Deklarasi Forum Komunikasi Masyarakat Provinsi Papua Barat Daya; Guna Memperjuangkan Hak Masyarakat Adat IMEKKO

Dok: Ist/Pelantikan Badan Pengurus Harian, Forum Dekralasi Forum Komunikasi Masyarakat Adat IMEKKO bersatu Provinsi Papua Barat Daya. (IMEKKO Panggil Pulang: Satu Suara, Satu Komitmen, Satu Tujuan. Pindah Tong Mau Lewat)

Sorong|KAWATMAPIATV.ID –Pelantikan Forum Komunikasi Dekralasi resmi menggelar Selamat dan Sukses atas terselenggaranya Pelantikan Badan Pengurus dan Dekralasi Forum Komunikasi Masyarakat IMEKKO dalam rangka bersatu Provinsi Papua Barat Daya. Hal itu, beritahukan kepada Jurnalis media ini, Kamis, (24/23) siang tadi melalui Via telepon selulernya.

Kegiatan ini, dengan Thema: IMEKKO Panggil Pulang, Sup Thema: Satu Suara, Satu Komitmen, Satu Tujuan, IMEKKO Bersatu Pindah Tong Mau Lewat.

Pelantikan ini berlangsung di Gedung Olahraga Kota Sorong, (24/1/23) Di lantik langsung oleh Ketua Badan Pengurus Pusat, Ir.Herman Tom Dedaida M.si., serta didampingi Ketua Lembaga Masyarakat Adat/LMA IMEKKO Se-tanah Papua, dan Frits Doroby, Kepala Suku Besar IMEKKO Se-tanah Papua.

Dalam musyawarah ini, terpilih Ferdinan Frengky Onim, sebagai selaku Ketua Umum (Ketum) dalam sambutannya menjelaskan bahwa, dirinya berterimah kasih kepada semua masyarakat IMEKKO yang mana sudah dipercayakan, dirinya sebagai Ketua Umum. Saya mau sampaikan kepada semua Elemen IMEKKO Forum ini,  hadir untuk memperjuangkan Hak dan Martabat orang IMEKKO yang selama ini di anak tirikan di wilayahnya Sorong Raya ini.

Saya sebagai ketua sudah ada bayangan kerja, kerja saya yang sudah saya pikirkan dan sudah didiskusikan untuk dengan teman-teman  yang baru di lantikan tadi untuk memperjuangkan hak masyarakat adat IMEKKO Se-tanah Papua, "bebernya".

Dari forum ini salah satu forum yang didirikan guna untuk mempersatukan masyarakat yang kedua, kami hari ini, di percayakan untuk mempersatukan orang IMEKKO di Papua Barat Daya yang hari ini banyak dualisme ada Tokoh-tokoh dan kepala suku yang mengastanamakan kepala suku padahal tidak punya dasar hukum jelas maka itu kami hadir untuk mempersatukan pikiran-pikiran itu dan hari ini hanya detox diantara 1 membuat pemulihan dengan suara yang tidak tepat.

Kedanti, sehingga kepala suku besar hanya satu yang diangkat sesuai musyawarah adat di kampung tahun 2017 kepala suku besar sehingga tugas kami untuk melihat hal itu sehingga jangan lagi ada perpecahan lagi yang membuat masyarakat bingung, mengklaim dirinya sebagai tokoh atau kepala suku pemerintah, "lanjut Ferdinan, dalam sambutannya".

Mereka ini kan dikembalikan ke musyawarah namun tidak selesai dan sekelompok hanya jalan untuk mengklaim dan memaksakan untuk masyarakat mengakui sehingga tugasnya kami pada forum pertama ini guna untuk semua mempersatukan masyarakat.

Sekali lagi saya tegaskan kami tidak ada kepentingan politik kami di pilih untuk bekerja memulihkan kembali Masyarakat adat IMEKKO, mari kita berjuang, agar kita tidak ketinggalan, kita harus sadar sebagai anak IMEKKO harus bersatu, "ungkap Frengky".

Sementara ditempat sama, Aktivis Masyarakat Adat, kita generasi ini, kita siapkan wadah ini guna untuk mempersatukan kita dan ke depan, untuk menyikapi hari ini hadirnya Provinsi Papua Barat Daya ini, seperti apa yang kita terapakan bisa terwujud. Sehingga kita orang IMEKKO, jangan seperti dulu lagi, dimanfaatkan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab dan oknum-oknum yang memanfaatkan sebagai lahan oleh Tokoh-toko yang tidak bertanggung jawab sehingga hari ini, forum ini berdiri disahkan oleh Lembaga Masyarakat Adat - Se-tanah Papua, "siang tadi, (24/23) di Gedung Olahraga Kota Sorong Raya".  

Lebih lanjut, Masyarakat Adat se-Tanah Papua, Insinyur Herman Tomda Dadaida, dan Kepala Suku Besar IMEKKO sehingga disaksikan oleh semua Masyarakat IMEKKO di Gedung Olahraga Kota Sorong sekaligus memiliki SK yang sah dan punya Asas ADRT dengan jelas sehingga kami tetap jalan guna mengangkat harkat dan martabat orang IMEKKO, untuk kerja mempersatukan masyarakat dan adapun program yang kami sudah siapkan untuk kerja. Nah, kami akan bekerja sama juga dengan semua Elemen Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Gereja, yang ada di wilayah Sorong Raya ini,"terangnya Herman".

Oleh karena itu, yang ada terutama di sisi Sosial dengan Lembaga-lembaga yang hari ini hadir untuk peduli terhadap masyarakat dari pemuda persatukan, suara kami ada sehingga kami akan menemukan diri kami sendiri dan kami akan melindungi tanah adat kami, hutang adat kami.  Dasar itu yang kami bentuk dan melangkah sehingga kami jangan lagi dimanfaatkan kami sampaikan kepada semua orang IMEKKO yang ada dari luar bahkan tokoh-toko kami IMEKKO mari kita sama-sama bergandengan tangan untuk memperjuangkan hak masyarakat IMEKKO. 

Jadi ketika oknum dari luar yang tidak sepaham dengan kami mendingan mari bergabung guna mempertahankan harga diri orang IMEKKO hari ini kami orang yang ikut di kanan kiri dan sebagai anak-anak kecil sehingga Forum ini berdiri untuk membersihkan hal-hal itu sehingga generasi ini bisa bangkit dengan dari hal-hal yang buruk mari kita bersatu dan kita akan membuat program kerja untuk membelah Hak masyarakat adat yang hari harinya tersisi.

Karena Investasi kelapa sawit dan lain itu yang harus kita perjuangkan kembali untuk melihat lihat binatang hutan yang tadi sudah di rusaki oleh Kapitalisme Investasi ini yang sudah merusak hutan kita. Mari Anak-anak ada untuk, bagaimana perjuangan dan mempertahankan tanah itu, sehinga tanah dan Ibu yang selalu memberikan makan, dan minum bagi kita manusia. Mari kita berjuang menyelamatkan hutan kita apapun yang terjadi sehingga tanah itu jangan hilang karena masih ada generasi kami lagi "kata Herman Tomda".

Lanjut Onim, menyikapi bahwa, lepasnya Kabupaten IMEKKO, saya salah satu Aktivis Masyarakat Adat, kita akan bekerja sama untuk semua pemuda, Mahasiswa, untuk kita sama-sama bertindak, artinya; dalam generasi saat ini kami akan bersuara untuk tanah adat kami, sehingga hadirnya Kabupaten ini (jangan) bikin hancur tanah adat IMEKKO. Kalau bisa kita bangun dengan baik-baik (sehingga) jangan ada Lembaga Masyarakat Adat jadi ancaman untuk makan dan minum diatas tanahnya sendiri, pungkasnya. (*)

(KMT/Admin)

Previous Post
Next Post

0 komentar: